Ketika Setan Menyerah: Kisah Seorang Ahli Ibadah yang Tidak Pernah Tergoda
Setan telah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan anak cucu Adam hingga hari kiamat. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
"Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh. Karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (QS. Fathir: 6)
Ayat ini menegaskan bahwa permusuhan setan terhadap manusia adalah nyata dan abadi. Namun bagaimana jika seorang hamba memiliki iman yang begitu kokoh hingga setan sendiri merasa kewalahan dan akhirnya menyerah? Kisah berikut ini mengisahkan tentang seorang ahli ibadah yang tidak pernah gentar menghadapi berbagai macam godaan, hingga setan mengaku kalah dan ingin bersahabat dengannya.
❖
Pertemuan Pertama: Godaan Maksiat dan Syahwat
Menggoda manusia adalah pekerjaan sehari-hari setan. Ia tidak pernah lelah berkeliling mencari mangsa yang dapat dijauhkan dari jalan Allah. Namun ketika berhadapan dengan seorang ahli ibadah yang khusyuk, setan merasa menemui lawan yang sepadan.
Pada suatu hari, ketika ahli ibadah itu keluar dari rumahnya, setan segera menghampiri dan menggoda dengan iming-iming maksiat dan syahwat. Dibayang-bayangkannya berbagai keindahan dunia yang dapat memalingkan hati. Namun lelaki shaleh itu sama sekali tidak tergoda. Hatinya tetap terpaut kepada Allah, matanya tetap tertuju pada akhirat.
Setan pun merasa gagal. Namun ia tidak menyerah begitu saja.
❖
Godaan Kedua: Rasa Takut yang Dibayang-bayangkan
Karena rayuan tidak berhasil, setan mengubah strategi. Kali ini ia menggoda ahli ibadah itu dengan rasa takut. Ketika lelaki itu sedang khusyuk beribadah, setan membuatnya seolah-olah melihat gunung besar akan runtuh dan menimpanya. Pemandangan mengerikan itu diciptakan untuk menghentikan kekhusyukannya.
Namun lelaki itu tetap bergeming. Ia melanjutkan dzikirnya tanpa peduli dengan bayangan menakutkan yang ada di hadapannya. Iman yang kokoh membuatnya tidak mudah goyah oleh tipuan penglihatan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يَزَالُ النَّاسُ يَتَسَاءَلُونَ حَتَّى يُقَالَ هَذَا خَلَقَ اللَّهُ الْخَلْقَ فَمَنْ خَلَقَ اللَّهَ فَمَنْ وَجَدَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَلْيَقُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ
"Manusia akan senantiasa bertanya-tanya hingga dikatakan, 'Ini makhluk ciptaan Allah, lalu siapa yang menciptakan Allah?' Barang siapa menemukan sesuatu seperti itu, hendaklah ia mengucapkan, 'Aku beriman kepada Allah'." (HR. Muslim)
Hadits ini mengajarkan bahwa ketika bisikan menakutkan datang, kembalilah kepada iman dan dzikir kepada Allah.
❖
Godaan Ketiga: Wujud Singa yang Siap Menerkam
Setan tidak kehabisan akal. Ia mengubah dirinya menjadi seekor singa yang siap menerkam lelaki itu kapan saja. Dengan wujud buas itu, setan berharap lelaki shaleh akan lari ketakutan dan meninggalkan ibadahnya.
Namun iman dan tawakal lelaki itu lebih kokoh dari batu karang. Ia tidak peduli meskipun singa buas ada di depannya. Ia tahu bahwa singa itu hanyalah tipuan, dan tidak akan mampu berbuat apa-apa tanpa izin Allah. Ia terus melanjutkan dzikir dan ibadahnya dengan tenang.
❖
Godaan Keempat: Ular Berbisa yang Melilit Tubuh
Setan kemudian menjelma menjadi ular berbisa yang menjalar dan melingkar di tubuh lelaki itu. Dimulai dari ujung kaki, perlahan naik hingga ke leher. Ketika lelaki itu sedang bersujud, ular itu membuka mulutnya dan siap melahap kepalanya.
Sungguh pemandangan yang mengerikan. Bahaya maut ada persis di depan mata. Namun lelaki shaleh itu tetap meneruskan shalatnya. Ia hanya menyingkirkan tubuh ular itu dari tempat sujudnya, tanpa sedikit pun rasa takut yang mengganggu kekhusyukannya.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an tentang sifat orang-orang beriman:
الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
"(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, 'Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka', ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, 'Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung'." (QS. Ali Imran: 173)
❖
Saat Setan Menyerah dan Ingin Bersahabat
Melihat segala tipu dayanya gagal total, akhirnya setan itu menyerah. Ia datang kepada lelaki shaleh itu dengan wajah yang berbeda, tidak lagi mengancam tetapi merayu.
"Kali ini aku benar-benar kalah. Aku berjanji tidak akan menggodamu lagi. Aku ingin bersahabat denganmu," kata setan merayu.
Lelaki shaleh itu menjawab dengan tegas, "Ketika engkau menggodaku, aku merasa takut kepada Allah, bukan takut kepadamu. Sekarang engkau menyerah dan ingin bersahabat denganku? Itu tidak perlu. Sampai kapan pun engkau tidak akan menjadi sahabatku."
Ia tahu betul bahwa setan adalah musuh yang nyata. Firman Allah dalam Al-Qur'an:
يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
"Wahai anak cucu Adam! Janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya ia dan pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman." (QS. Al-A'raf: 27)
❖
Tipu Daya Halus: Ketika Setan Berpura-pura Peduli
Setan tidak menyerah begitu saja. Ia kembali mencoba dengan cara yang lebih halus.
"Kawan, aku tidak membohongimu. Aku merasa kasihan melihat keluargamu. Jika engkau terus-menerus beribadah seperti ini, siapa yang akan mengurusi mereka bila engkau nanti tiada? Oleh sebab itu, aku ingin benar-benar menjadi temanmu agar kita dapat saling membantu. Akan kutunjukkan kepadamu suatu rahasia, bagaimana cara setan menggoda manusia seperti engkau."
Inilah tipu daya yang paling berbahaya—ketika setan berpura-pura peduli dan menawarkan bantuan. Namun lelaki shaleh itu tetap waspada.
"Bagiku itu tidak perlu. Tapi jika engkau ingin menceritakan, silakan," jawabnya singkat.
❖
Tiga Rahasia Setan yang Terbongkar
Setan itu mulai membeberkan rahasia bagaimana mereka menggoda manusia:
1. Kikir (Bakhil)
"Pertama, kubuat manusia menjadi kikir. Dengan kikir, manusia akan takut kehilangan hartanya, sehingga enggan mengeluarkan amal dan zakatnya."
Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 268)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa setan menakut-nakuti manusia dengan kefakiran agar enggan bersedekah dan berzakat . Sifat kikir ini muncul dari kecintaan berlebihan terhadap harta, sebagaimana firman Allah:
وَاِنَّهٗ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيْدٌ
"Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta." (QS. Al-Adiyat: 8)
2. Marah (Ghadhab)
"Kedua, kubuat manusia marah. Karena marah, seseorang akan kehilangan akal sehatnya. Dengan begitu aku mudah mempermainkan dia seperti bola. Meskipun ibaratnya orang itu mampu menghidupkan orang mati dengan doanya, jika sudah marah, aku mudah mematahkannya hanya dengan satu kata."
Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah:
لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
"Orang yang kuat bukanlah yang jago bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits lain, seorang laki-laki datang meminta wasiat kepada Rasulullah ﷺ, dan beliau bersabda, "Jangan marah." Laki-laki itu mengulangi pertanyaannya berkali-kali, dan setiap kali Rasulullah ﷺ menjawab, "Jangan marah." (HR. Ahmad)
Marah berasal dari setan, dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Karena itu, Rasulullah ﷺ mengajarkan agar orang yang marah berwudu .
3. Mabuk (Sakran)
"Ketiga, kubuat manusia mabuk. Jika dia mabuk, mudah saja bagiku mengajaknya menuju kemaksiatan. Dia akan menurut seperti kerbau yang dicocok hidungnya."
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung." (QS. Al-Ma'idah: 90)
Dalam ayat berikutnya, Allah menjelaskan tujuan setan:
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ
"Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui minuman keras dan judi, serta (bermaksud) menghalangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat, maka tidakkah kamu mau berhenti?" (QS. Al-Ma'idah: 91)
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ، وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ
"Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap khamr adalah haram." (HR. Muslim)
Islam sangat menjaga akal manusia. Saat seseorang mabuk, ia kehilangan kendali terhadap ucapan dan tindakan, kehilangan kemampuan membedakan halal dan haram, serta kehilangan kemampuan menjaga kehormatan diri dan orang lain .
❖
Enam Perangkap Setan Menurut Ulama
Setan tidak hanya menggunakan tiga cara di atas. Menurut Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, setan memiliki enam perangkap atau tingkatan dalam menggoda manusia :
1. Kekufuran dan kesyirikan. Ini adalah target utama setan. Jika berhasil, manusia akan menjadi tentara iblis.
2. Bid'ah. Imam Ats-Tsauri berkata, "Bid'ah lebih disukai iblis daripada maksiat. Karena pelaku maksiat akan bertaubat, sedangkan pelaku bid'ah tidak bertaubat."
3. Dosa besar. Setan berusaha menjerumuskan manusia ke dalam dosa besar, apalagi jika ia adalah panutan masyarakat.
4. Dosa kecil. Jika tidak bisa menjerumuskan ke dosa besar, setan membuat manusia meremehkan dosa kecil hingga dilakukan berkali-kali dan berubah menjadi dosa besar.
5. Menyibukkan dengan hal-hal mubah. Jika tidak bisa berbuat dosa, setan menyibukkan manusia dengan perkara mubah hingga lupa dari amalan-amalan berpahala.
6. Menyibukkan dengan amalan yang kurang utama. Ini untuk orang yang sudah menjaga waktunya, namun disibukkan dengan amalan yang kurang utama hingga meninggalkan yang lebih utama.
❖
Sikap Tegas Seorang Ahli Ibadah
Setelah setan membeberkan semua rahasianya dengan harapan dapat mendekati dan bersahabat, lelaki shaleh itu tetap pada pendiriannya. Ia tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi sahabat setan. Sampai kapan pun, setan adalah musuh manusia.
Firman Allah:
أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا
"Maka mengapa kamu menjadikan dia (setan) dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Amat buruklah penggantian bagi orang-orang yang zalim." (QS. Al-Kahfi: 50)
❖
Enam Pelajaran dari Kisah Seorang Ahli Ibadah
1. Iman yang kokoh adalah benteng terkuat menghadapi godaan setan. Lelaki shaleh itu tidak tergoda oleh berbagai macam tipu daya karena hatinya benar-benar terpaut kepada Allah.
2. Setan memiliki berbagai macam cara menggoda, dari yang kasar hingga yang halus. Terkadang ia datang dengan ancaman, terkadang dengan rayuan, dan terkadang dengan berpura-pura peduli.
3. Tiga pintu utama yang dimasuki setan adalah kikir, marah, dan mabuk. Ketiga hal ini harus diwaspadai karena dapat merusak iman dan ibadah seseorang.
4. Marah dapat menghapus pahala ibadah meskipun ibadah itu sebesar apa pun. Karena saat marah, akal sehat tidak berfungsi dan setan dengan mudah mempermainkan manusia.
5. Kikir lahir dari rasa takut miskin yang dibisikkan setan. Padahal Allah telah menjanjikan ampunan dan karunia bagi orang yang bersedekah .
6. Mabuk menghancurkan akal yang merupakan anugerah terbesar dari Allah. Tanpa akal yang sehat, manusia mudah dijerumuskan ke dalam berbagai kemaksiatan.
❖
Kisah ini mengajarkan bahwa setan memang musuh yang nyata dan tidak pernah berhenti berusaha menyesatkan manusia. Namun dengan iman yang kokoh, tawakal kepada Allah, dan kewaspadaan terhadap tipu dayanya, seorang hamba dapat selamat dari godaan setan.
Tiga senjata utama setan—kikir, marah, dan mabuk—harus diwaspadai karena ketiganya dapat merusak akal, hati, dan iman seseorang. Sebaliknya, sifat dermawan, sabar, dan menjaga kesadaran penuh adalah benteng yang melindungi dari serangan setan.
Semoga kita semua diberikan kekuatan iman seperti lelaki shaleh dalam kisah ini, sehingga setan tidak pernah mampu menggoda dan pada akhirnya menyerah dan pergi meninggalkan kita. Dan semoga kita selalu ingat bahwa setan adalah musuh, bukan sahabat.
والله اعلم بالصواب
Gabung dalam percakapan